CINTA

Just another WordPress.com weblog

KuMpUL@n PuIs! Juli 5, 2009

Munajat CinTaKu


Bismillahirrahmanirrahim

Ya ALLAH…

Engkau-lah pusat cinta,,,

Dari langit dan bumi

Engkau-lah ujung pencapaian penjelajah cinta

Pengelana-pengelana ini telah gadaikan segala cinta kepada-MU

Memohon, mengadu, sampai menangislah ia,,,

Ya ALLAH,,,

Sungguh cepat cinta itu datang

Menyelinap di setiap celah jiwa

Ya ALLAH,,,

Aku dan nya milik-MU saja

Aku gadaikan iriku untuk-MU

Dan ku yakin

Ia begitu

Ya ALLAH………..

Tak ada yang tak KAU tau tentang hati-hati ini

Tenteng bunga-bunga cinta yang tumbuh, berkembang dan bersemi indah

Ya ALLAH……

Entah mengapa…..

Aku melihat diriku dalam sosoknya

Tawaku, diamku, dan candaku

Ya ALLAH……

Engkau tunjukkan nama itu

Sebelum lahirnya rasa ini

Dalam ayat-ayat cinta-MU

Ku hanya berfikir sejenak

Dan lupakan ia

Tapi entah mengapa

Getaran iti datang menjadi rasa yang lebih berbeda

Akupan mulai mencari-cari

Kisah tentangnya

Tapi… kisah yang dulu mudah ku dapat

Raiblah sudah

Ya ALLAH…..

Ini menambah kebimbanganku

Tentang cinta ini

Ya ALLAH……….

Sungguh, aku ingin menutup rapat dan mengunci hati ini dari cinta-cinta semu

Dan berharap KAU akan membukanya untuk hadirkan cinta hakikiku

Ya ALLAH………..

Ku butuh petunjuk-MU

Ku ingin KAU hadir dalam tiap hembusan nafasku

Dan temani aku dalam pengelanaan ini

Ya ALLAH…….

Ini cinta…

Ini cinta…

Ini cinta…

Ia yang membuatku bertahan

Ya ALLAH…….

Hadirlah da mimpiku malam ini

Dan dimalam-malamku berikutnya

Agar ku dapat terjaga dengan cintaku yang semakin dalam pada-MU, dan karena-MU

Alhamdulillahirabbil’alamin……


BuAtMu

Puisi ini pasti buatmu
baitnya bicara tentangmu
ceritanya merangkai kisahmu yang kau tebar di langit malam
hurufnya menyusun kata cinta untukmu
terangkai dari huruf-huruf yang terbentuk di hatiku

tentu saja tak perlu ada namamu
disana
Toh, nyatanya puisi untukmu

Tany nyaken…, Apa

bila matahari adalah api,,
mengapa bumi tak terbakar…

bila mata ini jatuh cinta,,
mengapa hati ini yang menderita..

bila tangan luka teriris,,
mengapa mata yang menangis..

bila hati sedang sedih,,
mengapa air mata yang jatuh..

Ininkan Aku Menangis

kini kau pergi jauh
hingga tanganku tak mampu memelukmu
hingga kakiku tak mampu mengejarmu
hingga mataku tak mampu menatapmu
hingga teriak panggilku tak mampu kau dengar

ijinkan aku menangis ya
biarlah airmata ini jadi samudra
mengantarku berenang mencarimu

“tapi surga itu ada dilangit?”

Untukmu Terkasih

Mungkin ini salahku
Ku tak pernah jujur pada persaanku
Ku tak pernah menghiraukanmu
Ku selalu berusaha acuh padamu

Ku tak jujur padamu
Saat kau tanyakan
Cintakah kau padaku..???

Kini kau telah pergi
Meninggalkanku sendiri
Menyisakan beribu kenangan dihati

Aku disini tanpamu
Mengharapkan cintamu
Meski kau takkan pernah kumiliki
Kau kan selalu terkenang dihati

Aku tengok….
Mereka bukannya sibuk menulis!
Mereka bukannya sibuk menambahkan hasil karya mereka!

Tetapi….
Apa yang aku nampak ialah…
Mereka lebih sibuk berbincang, bercerita dan berborak pasal teory sastra!

Botol kicap atas meja
Banyak cakap kurang kerja!

Mereka sibuk mengkritik puisi orang lain!
Mereka sibuk mengulas karya orang lain!
Mereka sibuk ngomong ini….cakap itu…..!
Namun….memperbanyakkan hasil karya itu sendiri…mereka tidak pentingkan!
Itulah yang telah aku lihat kenyataannya!

Botol kicap atas meja
Banyak cakap malas kerja!

Kalau tukang cakap memang banyak!
Kalau tukang mengulas memang banyak!
Kalau tukang hina tulisan orang lain memang banyak!

TETAPI….
Tukang mengarang dan meluahkan rasa hati jiwa sendiri…AMATLAH sedikit!

Botol kicap atas meja
Jangan dibiarkan masuk angin
Kan nanti ….tak sedap pulak rasanya!

Aku berpendapat…
Apa yang penting ialah menghasilkan karya sastera itu sendiri!
Yang penting Menghasilkan LUAHAN inspirasi masing2!
LUAHAN…
Demi luahan……
Demi luahan…demi luahan…!
Itulah yang lebih penting!
(samada orang lain suka atau tidak..itu tidak penting!)

Kerana yang sebenarnya…
Apabila kita coba menghasilkan sebuah hasil karya dengan luahan rasa hati kita….
Kita SEBENARNYA telah bekerja MENGGILAP HATI JIWA KITA SENDIRI…!
Kita sebenarnya telah berusaha melembutkan dan memperhalus hati perasaan jiwa kita sendiri

MENGELAP DAN MENCUCI HATI JIWA SENDIRI ITU ADALAH PENTING..!!

Aku kata…
Bekerjalah dan berusahalah mencuci hati jiwa sendiri sepanjang hayat!

Dan aku kata lagi….
Seni tulis sastra itu….adalah salah satu alat pencuci hati!
Alat pelembut hati jiwa sendiri…!

Barangkali …kita TIDAK akan berjaya untuk mencuci hati jiwa SEMUA manusia dengan karya kita!
Barangkali …karya kita TIDAK berjaya memuaskan hati orang lain!
Barangkali …karya kita di tuduh rendah nilai sasteranya!
Barangkali …karya kita dikata…tidak mempunyai nilai mesej yang baik kepada masyarakat!
Barangkali….
Barangkali….

Namun yang pentingnya ialah….
Kita telah berjaya menyentuh perasaan hati jiwa kita sendiri dengan karya kita!
Kita telah berjaya bekerja mengilap dan mencuci hati jiwa kita sendiri dengan hasil karya kita!
Kita telah berjaya melembutkan kerasnya hati kita sendiri dengan hasil karya kita!
ITULAH YANG LEBIH PENTING…

Karena itulah…
Saorang seniman itu sebenarnya bekerja memperindahkan hati jiwanya sendiri supaya…lebih berjiwa halus, indah, lembut lagi murni!

pUISI tAK bERJUDUL

Mencitaimu adalah sebuah anugrah
Manyayangimu bukanlah sebuah musibah
Meski kau takkan pernah kumiliki
Namun cinta ini tetap aku syukuri

Kau hadir disaat aku rapuh
Kau bangkitkan jiwaku
Kau semangat dalam hidupku
Kau bagai hujan di kemarauku

Kuinggin kau menjadi milikku
Mendampingiki
Menemaniku
Hingga akhir hayatku

Izinkan aku merajut cinta bersamamu
Jika ini bukan mimpi maka biarkanlah
Jika ini sebuah mimpi maka bangunkanlah
Dan ketika aku terbangun

Ku berharap kau ada dihadapanku
Tersenyum dan menerima cintaku…

aKhIR CeRITA

_bintang yang ku tunjuk
cahayanya perlahan berubah kelam
hancur jatuh berantakan
padahal belum sempat ku utaraka sajak-sajak cinta yang tercipta karenanya

_taman langit seolah suram
petang tak benderang tak membuat hatiku berteman.,

_bintang hati telah lebur terganti
namun tiada arti
sajak ku suram tak ada setitik terang

_mungkin inikah akhir cerita cinta di tengah malam terhias purnama menyatu dalam angin melantun pilu

_purnama itu terluka,bercucur air mata di tahan dengan senyum sayup merekat dengan cinta dalam pertemuan di iringi sepatah kata

“ini yang terbaik” bisikmu

_daun menari sendu angin melantun pilu perpisahan memang harus tercipta

_malam merapat pulang
di tengah sesal jalan ku kini terkikis kelam.

Nisan Yang Lain

Benar, Bung, benar! Kematian kan
datang sendiri, ia asah belati lalu
tikam ke kalbu. Pedih memadu perih.

Apabila menangkis, itu belati sudah
sampai di leher, tersembelihlah kau!

Apabila meronta, itu belati sudah pun
datang ke jantung ruang jantung!

Apa yang kita tahu, Bung? Bubuk debu,
terembus ke muka, mengotorkan mata,
mengelabukan airmata, dan kita cuma
raja atas duka, mahaduka, pada rapuh
tahta, usia tak jua menabalkan kita.

R*A*P*U*H

Sedikit sesak ketika aku berusaha untuk melupakanmu
Air mataku hanya sanggup keluar di pelupuk mata
Tak mampu lagi aku menetes
Karena air mata ini telah habis tercurah ketika kita berpisah

Sedikit pilu ketika aku terkenang masa lalu
Yang kini.. semua kenangan tentang dirimu telah hilang
Melihat namamu saja aku senang, entah mengapa..
Apa kerinduanku begitu dalam padamu??

Saat ini aku mencari jejakmu
Jejak kepergianmu..
Aku ingin pastikan kau hidup bahagia, walau itu tanpaku
Walau aku tahu, kita masih saling cinta..
Tapi, aku tahu ini yang terbaik
Untukmu, untukku, dan untuk mereka..


_Please Don’t Think its Funny_

Banda Aceh….
Rabetsa Kariono

 

4 Responses to “KuMpUL@n PuIs!”

  1. […] Kalau mau, ya udah dech… Klik di sini… […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s